Kasus Microsoft Excel: Memasukkan angka lebih dari 15 digit tanpa diubah menjadi 0 belakangnya

Februari 2, 2012Tinggalkan sebuah Komentar

Rate This
ExcelTampilan Ms. Excel

Mungkin judul diatas terlihat aneh, atau teman-teman mengatakan dalam hati “Maksud loh….?”. Jadi saya ceritakan dahulu bagaimana kasus ini bermula.

Awalnya kemarin, saya dilemparkan pertanyaan bagaimana caranya menuliskan angka lebih dari 15 karakter tapi tidak diubah belakangnya menjadi 0?. Contohnya : 123456789123456789123456789. Jumlah karakter dari angka tadi adalah 27 (9 x 3). Nah mulai dari karakter ke 16 akan berubah menjadi 0 seperti berikut : 123456789123456000000000000. Saya bingung juga, baru tau soalnya angka dibatasi oleh Microsoft. Jadi saya coba cari ke Microsoft help mengapa dibatasi angka untuk dimasukkan, padahal ada orang yang membutuhkan angka lebih dari 16 digit. Jawabannya dari Microsoft kurang lebih begini :

“Karena standar angka internasional hanya membutuhkan 15 digit untuk dihitung. Maka Microsoft membuat peluluhan (melebur) untuk angka ke 16 dan seterusnya menjadi nol. Hal ini sesuai dengan aturan standar angka internasional. Jadi untuk penulisan angka misalnya dalam kartu kredit dengan format 18 digit (####-####-####-####-##) maka harus dibuat dalam bentuk teks, yaitu diberikan tanda ‘ sebagai pengubah angka menjadi teks. Jika anda menggunakan fungsi ini maka angka sepanjang 1024 byte akan tetap ditulis sebagaimana anda maksud.”

Nah masalahnya bukan menuliskan angka 123456789123456789123456789, karena dapat diganti menjadi ’123456789123456789123456789. Tapi teman saya tadi mau menambahkan otomatis (formula otomatis dengan menekan CTRL+ drag mouse) dan digit belakangnya bertambah menjadi 123456789123456789123456790 di cell berikutnya.

Berikut solusi yang baru saja saya temukan untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan tadi :

  1. Ketikkan angka yang anda maksudkan, tapi awali dengan tanda ‘. Contoh ’123456789123456789123456789
  2. Di cell berikutnya ketikkan rumus ini : “=LEFT([cell sumber],LEN([cell sumber])-2)&RIGHT([cell sumber],2)+1

    Rumus diatas jika jumlah digit yang anda tambahkan terus hanya 2 (maksimal 99), jika lebih ganti angka 2 menjadi 3 atau 4.

    Contoh : cell sumber kita adalah A21. Maka rumus yang kita masukkan adalah =LEFT(A21,LEN(A21)-2)&RIGHT(A21,2)+1

  3. Copykan ketempat berikutnya (bisa juga dengan mendrag mouse untuk mengcopy).
  4. Anda dapat perhatikan hasilnya, cell berikutnya akan menjadi 123456789123456789123456790 dan seterusnya.

Selamat… anda telah mengakali sistem angka Microsoft Office. Silahkan mencoba.

10 Cara Penting Meningkatkan Prestasi di Sekolah

Agar kalian dapat menjadi seorang murid yang berprestasi di sekolah, tips-tips dibawah ini mudah-mudahan dapat membantu adik-adik, ada 10 cara penting yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan prestasi di sekolah:

1. Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.

Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.

Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

3. Jangan malu untuk bertanya.

Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

4. Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya.

Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!

5. Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan.

Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

6. Cukup istirahat, makan dan bermain.

Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

7. Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka.

Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

8. Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi.

Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

9. Cari seorang pembimbing yang baik.

Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

10. Jangan suka mencontek teman.

Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

web site sekolah tasikmalaya

Tradisi Menyontek antara Hati Nurani dan Gensi

Tradisi Menyontek antara Hati Nurani dan Gensi. Menyontek merupakan sebuah tradisi di dunia pendidikan yang hampir tidak mungking untuk dihilangkan. Banyak oknum di dunia pendidikan memberikan peluang besar eksisnya tradisi ini dengan berdalih sebuah panggilan hati nurani dan gensi. Oknum pendidikan tidak tega melihat anak didik mereka yang telah berjuang selama 3 tahun (SMP dan SMA) jatuh tersungkur karena sebuah tembok dan karang yang sangat kokoh menghadang mereka ” Unjian Nasional”. Tidak sedikit juga berdalih ketidaklulusan siswa mereka merupakan sebuah kegagalan sehingga mereka gensi ketika banyak siswa mereka yang berguguran seperti daun berguguran pada musim semi.
Menyontek atau cheating memang bukan hal baru dalam dunia pendidikan, yang biasanya dilakukan oleh seorang atau sekelompok siswa/mahasiswa pada saat menghadapi ujian (test), misalnya dengan cara melihat catatan atau melihat pekerjaan orang lain atau pada saat memenuhi tugas pembuatan makalah (skripsi) dengan cara menjiplak karya orang lain dengan tanpa mencantumkan sumbernya (plagiat). Menurut Wikipedia cheating merupakan tindakan bohong, curang, penipuan guna memperoleh keuntungan teretentu dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Meski tidak ditunjang dengan bukti empiris, banyak orang menduga bahwa maraknya korupsi di Indonesia sekarang ini memiliki korelasi dengan kebiasaan menyontek yang dilakukan oleh pelakunya pada saat dia mengikuti pendidikan.
Sebenarnya, secara formal setiap sekolah atau institusi pendidikan lainnya pasti telah memiliki aturan baku yang melarang para siswanya untuk melakukan tindakan nyontek. Namun kadang kala dalam prakteknya sangat sulit untuk menegakkan aturan yang satu ini. Pemberian sanksi atas tindakan nyontek yang tidak tegas dan konsisten merupakan salah satu faktor maraknya perilaku nyontek.
Tindakan nyontek (plagiasi) semakin subur dengan hadirnya internet, ketika siswa atau mahasiswa diberi tugas oleh guru atau dosen untuk membuat makalah banyak yang meng-copy- paste berbagai tulisan yang ada dalam internet secara bulat-bulat. Mungkin masih agak lumayan kalau tulisan yang di-copy-paste-nya itu dipahami terlebih dahulu isinya, seringkali tulisan itu langsung diserahkan kepada guru/dosen, dengan sedikit editing menggantikan nama penulis aslinya dengan namanya sendiri.
Yang lebih mengerikan justru tindakan nyontek dilakukan secara terencana dan konspiratif antara siswa dengan guru, tenaga kependidikan (baca: kepala sekolah, birokrat pendidikan, pengawas sekolah, dll) atau pihak-pihak lainnya yang berkepentingan dengan pendidikan, seperti yang terjadi pada saat Ujian Nasional.
Jelas, hal ini merupakan tindakan amoral yang sangat luar biasa, justru dilakukan oleh orang-orang yang berlabelkan “pendidikan”. Mereka secara tidak langsung telah mengajarkan kebohongan kepada siswanya, dan telah mengingkari hakikat dari pendidikan itu sendiri. Di lain pihak, para orang tua siswa pun dan mungkin pemerintah setempat sepertinya berterima kasih dan memberikan dukungan atas “bantuan yang diberikan sekolah” kepada putera-puterinya pada saat mengisi soal-soal ujian nasional.
Sekolah-sekolah yang permisif terhadap perilaku nyontek dengan berbagai bentuknya, sudah semestinya ditandai sebagai sekolah berbahaya, karena dari sekolah-sekolah semacam inilah kelak akan lahir generasi masa depan pembohong dan penipu yang akan merugikan banyak orang.  Secara psikologis, mereka yang melakukan perilaku nyontek pada umumnya memiliki kelemahan dalam perkembangan moralnya, mereka belum memahami dan menyadari mana yang baik dan buruk dalam berperilaku. Selain itu, perilaku nyontek boleh jadi disebabkan pula oleh kurangnya harga diri dan rasa percaya diri (ego weakness). Padahal kedua aspek psikologi inilah yang justru lebih penting dan harus dikembangkan melalui pendidikan untuk kepentingan keberhasilan masa depan siswanya. Akhirnya, apa pun alasannya perilaku nyontek khususnya yang terjadi pada saat Ujian Nasional harus dihentikan.
This entry was posted on January 21, 2012. 2 Comments

Kegiatan di My new Office

Sejak tahun ajaran juli 2011, ku langkahkan ditempat terbaruku dengan harapan yang ada dibenakku aku harus lebih baik lagi dari yang lalu. Masih panjang perjalannanku, semoga Allah senantiasa mendampingi dan membimbingku kemanapun dan dimanapun ku melangkah.

 

kegiatan-kegiatan:

This slideshow requires JavaScript.