Struktur bumi

Bagaimanakah Struktur Bumi kita

Bumi merupakan salah satu bagian dari tatasurya. Bumi tempat dimana kita tinggal merupakan suatu bentukan yang terdiri dari lapisan-lapisan. Secara keseluruhan bumi terbagi menjadi empat bagian yaitu :

  1. atmosphere (udara),
  2. hydrosphere (air),
  3. lithosphere (batuan solid) dan
  4. biosphere (kehidupan organik).

Coba perhatikan Gambar berikut ini :

Struktur bumi

Struktur bumi

Yang akan dibahas kali ini yaitu mengenai Lithosphere (batuan solid)

Lithosphere.

Merupakan lapisan yang terdiri dari akumulasi batuan padat yang membentuk selubung dan mengelilingi bagian cair bumi yang panas (magma)

Lithospehere terbagi menjadi bagian-bagian yaitu :

  1. kerak bumi (crust)
  2. mantel(mantle)
  3. aotor core (inti luar)
  4. inner core(inti dalam)

untuk lebih jelas lagi perhatikan gambar berikut! Coba bandingkan dengan gambar sebelumnya.

strukrur bumi mulai dari yang paling dalam hingga paling luar

strukrur bumi mulai dari yang paling dalam hingga paling luar

1. Kerak bumi (crust)

Memiliki ketebalan 4 – 80 km, dengan massa jenis 2,6-3,0. Terbentuk dari batuan dan mineral berbagai tipe.

Klasifikasi dasar dari batuan berdasarkan asal usul terbentuknya terdiri dari tiga macam batuan, yaitu;

1. Igneous Rock (Batuan Beku), terkristalisasi dari bekuan magma.

2. Sedimentary (Batuan Sediment), endapan dari hasil pengikisan batuan permukaan.

3. Metamorphic (Batuan Ubahan), hasil dari alterasi batuan dan mineral lain.

Kerak bumi yang dingin dan padat massa jenisnya lebih kecil dari massa cair yang ada di bawahnya . Oleh sebab itulah maka kerak bumi terapung diatas lapisan mantel yang cair. Lapisan kerak bumi mudah bergerak yang disebut lempengan,  sehingga dikenal dengan teori lempeng. Lapisan kerak bumi terbagi menjadi :

  1. kerak Benua merupakan kerak yang membentuk benua sehingga disebut dengan lempeng benua.
  2. Kerak Samudera merupakan kerak yang membentuk samudera sehingga disebut dengan lempeng samudera.

Lapisan Sial: merupakan lapisan kulit bumi yang tersusun dari logam silisium dan aluminium, bersifat padat dan kaku. Lapisan ini ciri continental crust bagian atas.

Lapisan Sima: merupakan lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam silisium dan magnesium. Lapisan ini bersifat elastis. Sima sama dengan oceanic crust dan merupakan bagian bawah continental crust.

Teori Tektonik Lempeng : Menjelaskan bahwa lempeng kerak bumi (crust) selalu bergerak akibat pengaruh arus konveksi. Arus konveksi terjadi karena pemanasan yang terus menerus pada lapisan inti bumi.

Kerak bumi (crust), selagi dalam bentuk solidnya bersifat mobile dan mengapung diatas cairan magma. akibat arus konveksi  dibawah lapisan crust ini memaksa magma (batuan panas/cair, yang bergerak plastis) untuk bergerak keatas. Pada titik-titik tertentu (biasanya pada mid-ocean) magma membentuk celah/palung dan menerobos ke permukaan. Hal ini akan menyebabkan lempeng saling bergerak menjauh atau saling bertabrakan secara gradual. Jika pergerakan ini terjadi dengan tiba-tiba, terjadilah gempa.

gambar pergerakan arus konveksi

gambar pergerakan arus konveksi

Pergerakan konveksi dari magma menyebabkan terjadinya mid-ocean ridge pada lempeng samudra dan rift valley pada lempeng benua. Kedua lempeng ini bergerak saling mendekat dan bertubrukan (subduction zone). Karena massa dari lempeng samudra lebih kecil dari massa lempeng benua, pada subduction zone ini lempeng samudra akan menyusup kebawah dan meleleh (melting). Siklus ini akan terus berulang

Proses ini berlangsung terus menerus sehingga di zona penujaman akan terkumpul tumpukan magma serta tumpukan energi yang semuanya menimbulkan tenaga yang berada didalam bumi dan disebut Tenaga Endogen  (tenaga yang berasal dari dalam bumi). Tenaga Endogen terbagi 3 yaitu :

  1. diatropisme (gerakan tektonik)
  2. vulkanisme (gunung api)
  3. seisme (gempa bumi)

2. Mantel (mantle)

Mantel memilikiketebalan 2.900km dan mempunyai massa jenis 3.0-8.0. Mantel merupaka lapisan yang paling tebal dibandingkan yang lainnya.

Terdiri dari besi dan mineral SIMA. Density sekitar 3.5 SG, dan suhu rata-rata sekitar 2000 deg Celcius. Tekanan dari lapisan diatasnya membuat lapisan ini selalu dalam kondisi solid, tapi tetap bisa melelehkan batuan. Lapisan mantle paling luar sekitar 200 km dinamai dengan asthenosphere. Pada lapisan ini tekanan dan suhu berada pada kondisi berimbang sehingga lapisan ini bersifat plastis. Asthenosphere merupakan sumber dari aktivitas volkanik dan seismik (gempa).

3. Inti Bumi (core)

Inti bumi dibedakan menjadi inti luar (autor core) dan inti dalam (inner core). Inti luar memiliki ketabalan 2.100 km dengan massa jenis 12 – 15 sedangkan inti dalam memiliki ketebalan 1.300km dan massa jenisnya 12-15.

Terdiri dari besi dan nikel. Lapisan paling luar merupakan liquid atau cairan. Lapisan terdalam bersifat solid atau padat, dengan density sekitar 10.5 SG dan suhunya lebih dari 5000 deg celcius. Menurut teori, perputaran bumi pada porosnya (rotasi) menyebabkan terjadinya arus sirkulasi pada bagian cair inti bumi. Sirkulasi ini merupakan sumber dari medan magnet yang menyelimuti bumi. (diambil dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s